Laman

Kamis, 06 Agustus 2015

K-Drama atau J-Drama/Dorama?


picture: Ha Ji-Won (South Korea actress) and Kuroki Haru (Japanese Actress) 
KDrama dan Dorama kalau mau di-versus-kan, pasti ada saja perbedaan yang bisa kita rasakan, mungkin tanpa menceritakan detail cerita masing-masing pendukung memiliki versi tersendiri terhadap kesan drama yang berasal dari regional Asia Timur ini, ya katakanlah subjektif, lantas disini saya mau bahas dari sudut pandang yang mana?  oke objektif menurut saya sebagai pengamat budaya ketimuran, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan itu negara-negara kiblat atau rujukan pembanding andaikan harus memilih antara Western culture atau Asian Culture, ya saya pengaggum negara Asia Timur Raya, wah melantur terlalu jauh hmm.. mari kita persempit balik ke K-Drama vs JDrama



1. Alur Cerita
Pernahkah kamu jika habis menyelesaikan drama Korea Selatan dan atau drama Jepang, berakhir dengan hati penuh kerinduan tidak berujung berharap ceritanya belum tamat atau setidaknya ditambahkan 1 episode spesial lanjut nambah lagi sampai benar-benar bosan? ..Dorama/KDrama menceritakan jalan cerita biasa saja, kehidupan sehari-hari, tetapi kenapa kita jadi begitu tertarik mengikuti episode per episode, enjoy tidak membosankan...ya kamu  merasuki alur cerita yang dijalankan  writer, sang  penulis skenario berhasil menarik perhatian dan hatimu ikut memasuki jalan cerita yg disajikan, terus bedanya alur cerita KDrama dan JDrama apa dong?
Tempo
Sebelum airing/tayang di TV, biasanya JDrama dipersiapkan dahulu 4-6 bulan dengan durasi episode maksimal 12, konflik cerita selesai dalam 1-2 episode, masalah cepat selesai dan tidak bertele-tele karena cerita sudah direncanakan sejak awal, akan tetapi dalam gaya penceritannya dorama ini memiliki tempo waktu yang agak slow, jadi per episode-nya terkesan quite dan santai. berbeda dengan KDrama, pembuatannya kejar tayang seperti halnya sinetron based on rating jadi lama episodenya bervariasi antara 16-26, temponya turun-naik, bisa jadi cerita tiba-tiba bertambah konflik jika rating tayangan  tinggi
Plot dan Genre
Dalam penceritaan JDrama plot cerita tidak ada orang yang benar-benar jahat sampai membunuh atas nama balas dendam atau begitu sangat baik sehingga rela dianiaya selamanya sebelum pangeran atau justru maut menjemput duluan. Tidak ada cinderella story dan rebutan harta waris perusahaan dalam JDrama yang justru sering terlihat di KDrama meski tidak se-over-dosis sinetron. sayangnya JDrama ini minim interaksi romantis, kalaupun ada adegan ciuman paling "cuma nempel" kalau KDrama adegan french kiss  sering muncul di episode puncak
Genre JDrama lebih beragam dari romantis, biography seperti "Tenno no Ryoriban/ Emperor's Cook", profesi "legal High" sampai adaptasi manga eksentrik "Death Note" tersedia, tentunya secara detail menceritakan profesi sesuai dengan genre

2. Kekuatan Akting
Mata melotot, ekspresi muka cenderung overreacting, mulut komat-kamit, ciri khas akting tokoh antagonis terlihat sangat sinetron Indonesia , nah akting semacam itu tidak akan kamu temui di JDrama, aktingnya natural,. Para pemeran utama adalah actor dan actress yang benar-benar berdedikasi pada dunia acting, bukan sekedar faktor keberuntungan karena sedang populer sebagai member girlband, misalnya, di KDrama  Yoona SNSD bisa menjadi leading-female mendampingi Jang Geun Suk di "Love Rain", tapi JDrama juga ada yg seperti itu misal Mayu Watanabe tapi untuk memerankan karakter utama di genre JDrama kelas B. Saya anggap kekuatan akting antara pemeran KDrama dan JDrama sama saja, tergantung senioritas juga, semakin senior kualitas aktingnya makin baik.

3. Pesan Cerita
KDrama itu genre apapun misalkan tagline medis ujung-ujungnya cinta, coba tonton "Emergency Couple", pesannya selalu cinta, berakhir dengan cinta dengan bumbu orang ketiga, JDrama pesan cerita disesuaikan dengan genre, medic historical seperti "Jin" pesannya pasti berhubungan dengan survival life dan kemanusiaan.

4. Sinematografi
KDrama menang banyak, angle kamera pasti nge-shoot pemandangan terbaik dari sisi kota, kualitasnya HD pula, JDrama kadang abai dalam hal aestetik begini

5. Tata Make Up Historical Drama (Saeguk Kdrama vs Taiga JDrama)
Ini yg paling nampak di mata, di Kdrama meski menceritakan / Joesoen Era, pemerannya bermake-up lengkap, beda halnya dengan tata rias JDrama, zaman Taisho-Showa, pemerannya tanpa make-up sama sekali, iyalah masa zaman dulu sudah ada make up tebal. JDrama taiga lebih realistis


Kesimpulannya, dalam pandangan saya secara keseluruhan JDrama lebih worth it ditonton dibandingkan KDrama, tapi kalau genre romance-comedy KDrama juaranya.



1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...